Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI: Status Penegerian STAK TB Harus Bernilai Kasih!
JOGJA NEWS | SLEMAN - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Agama Kristen Teruba Bhakti (STAK TB), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (13/8/2026) tersebut, untuk memastikan penyelesaian berbagai persoalan administratif dan kelembagaan, dalam proses pengalihan STAK TB menjadi Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN).
Ketua STAK TB, Johannis Siahaya mengatakan, proses penegerian menjadi kebanggaan bagi pengurus yayasan dan mahasiswa. Jika terealisasi, STAK TB akan menjadi STAKN pertama di Pulau Jawa. Saat ini, delapan STAKN lainnya berada di luar Jawa, “Peralihan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh pengurus yayasan dan mahasiswa karena akan menjadi satu-satunya STAKN di Pulau Jawa,” ujar Johannis.
Menurutnya, STAK pada umumnya berada di bawah naungan gereja, termasuk dalam pengelolaan aset yayasan. STAK TB sendiri sebelumnya telah mendapat perhatian dari Kementerian Agama untuk dinegerikan, “Kami dulu pernah dihubungi Kementerian Agama untuk dijadikan kampus negeri pada 2019. Namun, Covid-19 pada awal 2020 membuat semuanya terhenti. Padahal kami sudah mengikuti uji kompetensi dengan dokumen yang ada dan kami lolos,” katanya.
Johannis mengatakan, pihaknya kembali berupaya mendorong proses tersebut dengan dukungan rekomendasi dari DPRD kabupaten dan DPRD provinsi. STAK TB juga memiliki lahan di Gunungkidul dengan luas hampir satu hektare yang dapat menjadi salah satu modal pengembangan kampus ke depan, “Motivasi inilah yang membuat kami bersemangat untuk mendirikan STAKN pertama di Jawa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Transformasi STAKN DIY, Pdt. Agus Haryanto mengatakan, keberadaan STAK TB di wilayah Minggir, Sleman, turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, aktivitas pendidikan tinggi tidak hanya memberikan manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Hal tersebut terlihat dari tumbuhnya usaha kos-kosan dan jasa laundry di sekitar kampus, “Di sini kos-kosan bermunculan, demikian pula jasa laundry,” kata Agus.
Dalam kunjungannya, Singgih Januratmoko mengatakan, proses penegerian STAK TB tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan administratif atau perubahan status kelembagaan. Menurutnya, penegerian harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi keagamaan, “Saya ingin melihat lebih jauh bagaimana perguruan tinggi ini dapat berkembang menjadi institusi pendidikan yang semakin kuat, berkualitas, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa Indonesia,” kata Singgih.
Ia menilai pendidikan keagamaan memiliki posisi penting dalam membangun karakter bangsa. Perguruan tinggi agama, menurutnya, tidak hanya bertugas mencetak lulusan dengan kemampuan akademik dan teologi, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat pelayanan.
Singgih menekankan nilai kasih, pelayanan, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama dalam tradisi kekristenan memiliki relevansi dengan kebutuhan Indonesia saat ini, “Kita membutuhkan orang-orang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati untuk melayani. Kita juga membutuhkan generasi muda yang memiliki keyakinan yang kuat, tetapi mampu hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda agama, suku, budaya, dan latar belakang,” ujarnya.
Terkait proses penegerian, Singgih berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menilai perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri harus diikuti dengan peningkatan kualitas dosen, tata kelola, kurikulum, serta sarana dan prasarana, “Penegerian harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dosen, tata kelola, dan kurikulum yang mampu menjawab perkembangan zaman,” katanya.
Sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih menegaskan terus mendorong agar pendidikan keagamaan memperoleh perhatian yang proporsional dari negara, “Kami berharap seluruh proses penegerian diberikan kelancaran dan menghasilkan lembaga pendidikan yang semakin berkualitas, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin besar kontribusinya bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Editor :JogjaNews
Source : Jogja News