Singgih Januratmoko: Kader Golkar Gunung Kidul Jangan Termakan Isu!
JOGJA NEWS | GUNUNG KIDUL (31/10) - Ketua DPD Partai Golkar DIY Singgih Januratmoko menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul pasti akan diselenggarakan. Penundaan yang terjadi bukan berarti Musda dibatalkan ataupun tidak memiliki kejelasan, melainkan merupakan bagian dari penyesuaian agenda organisasi di tingkat provinsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Singgih menanggapi pemberitaan mengenai adanya aspirasi sejumlah kader yang mempertanyakan belum terlaksananya Musda Golkar Gunungkidul. Singgih mengatakan, DPD Golkar DIY memahami aspirasi kader di tingkat bawah. Namun, ia meminta seluruh kader memahami bahwa proses Musda memiliki mekanisme organisasi yang harus dijalankan sesuai ketentuan partai.
“Musda Golkar Gunungkidul pasti dilaksanakan. Tidak ada pembatalan. Plt Ketua DPD Golkar Gunungkidul akan segera menyiapkan dan melaksanakan Musda dalam waktu dekat sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Golkar,” tegas Singgih.
Menurut Singgih, penundaan Musda bukan persoalan yang perlu dibesar-besarkan sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap AD/ART. DPD Golkar DIY justru memastikan seluruh tahapan Musda dilakukan secara tertib agar hasilnya memiliki legitimasi organisasi dan dapat diterima seluruh kader.
“Jangan sampai dinamika internal justru berkembang menjadi persepsi seolah-olah Musda tidak akan dilaksanakan. Sekali lagi saya tegaskan, Musda pasti dilaksanakan,” ujarnya.
Singgih juga meminta kader tidak mudah terprovokasi oleh gerakan atau pernyataan yang dapat memperkeruh suasana internal partai. Menurut dia, perbedaan aspirasi menjelang Musda merupakan hal yang wajar, tetapi harus disampaikan melalui mekanisme organisasi.
“Kami menghormati aspirasi kader. Tetapi kalau ada gerakan yang kemudian ditunggangi kepentingan tertentu, tentu kami sangat menyayangkan. Semua pihak harus menempatkan kepentingan Partai Golkar di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.
Singgih menyebut DPD Golkar DIY memperoleh informasi adanya dugaan keterlibatan atau dukungan dari salah satu kandidat yang memiliki kepentingan dalam kontestasi kepemimpinan Golkar Gunungkidul terhadap gerakan yang muncul belakangan ini.
“Kami mendapat informasi bahwa gerakan tersebut diduga mendapatkan dukungan dari salah satu pihak yang berkepentingan dalam kontestasi Musda. Kalau memang benar, jangan sampai aspirasi kader dimanfaatkan untuk kepentingan memenangkan kandidat tertentu atau untuk menguasai Partai Golkar Gunungkidul,” ujar Singgih.
Namun demikian, Singgih menegaskan DPD Golkar DIY tidak akan terpengaruh oleh tekanan dari kelompok mana pun dalam menentukan proses Musda.
“Musda bukan arena untuk saling menekan. Musda adalah forum organisasi. Karena itu, semua calon maupun pendukungnya harus memberikan ruang kepada mekanisme partai untuk berjalan,” katanya.
Singgih memastikan DPD Golkar DIY akan mengawal proses tersebut agar berlangsung secara demokratis, tertib dan sesuai aturan organisasi.
Ia juga mengimbau para kader yang memiliki aspirasi terkait kepemimpinan Golkar Gunungkidul untuk menjaga kondusivitas serta tidak melakukan langkah-langkah yang dapat memecah soliditas partai.
“Silakan berkontestasi secara sehat. Silakan menyampaikan gagasan dan menawarkan program terbaik untuk Partai Golkar. Tetapi jangan menggunakan tekanan, mobilisasi massa atau isu-isu internal untuk kepentingan memenangkan kontestasi,” tegasnya.
Singgih kembali menegaskan bahwa tugas utama seluruh kader saat ini adalah menjaga soliditas organisasi dan mempersiapkan Partai Golkar menghadapi agenda politik ke depan.
“Yang paling penting sekarang adalah menjaga Golkar tetap solid. Musda akan segera dilaksanakan. Plt Ketua Gunungkidul akan menjalankan tugasnya untuk mempersiapkan Musda dalam waktu dekat. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran bahwa Musda tidak akan dilaksanakan,” pungkas Singgih.
Editor :JogjaNews
Source : Jogja News







